Gunung Bromo Berstatus Waspada

40

PROBOLINGGO l – Sejak erupsi Jumat sore (19/7) kemarin, otoritas setempat termasuk Taman Nasional Bromo Tengger Semeru dan Pos Pengamatan Gunung api Bromo telah menerapkan larangan lebih ketat bagi wisatawan.

Mereka meminta untuk tidak mendekat kawah Bromo hingga radius 1 kilometer. Tali sebagai batas larangan memasuki radius 1 kilometer dari kawah Gunung Bromo, masih terpasang. Akibatnya wisatawan yang datang ke Gunung Bromo harus kecewa karena tidak bisa ke kawah gunung.

Sehingga hanya bisa sampai di lautan pasir di dekat Pura Poten Luhur yang merupakan rest area sekaligus pintu masuk pendakian.

Gunung Bromo sebelumnya juga sempat alami erupsi pada Maret 2019. Pada waktu itu Gunung Bromo sempat alami letusan beberapa kali. Erupsinya terjadi hampir setiap hari selama dua pekan dengan ketinggian yang bervariasi, mulai dari 500 meter hingga 1.500 meter.

Pihak PVMBG juga melarang aktivitas wisatawan di puncak dan lereng Gunung Bromo dengan alasan keamanan. Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi meminta masyarakat tetap waspada di sekitar Gunung Bromo. Meski masih level II masyarakat diminta mengutamakan keselamatan.  Sabtu (20/7).

Otoritas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan ada peningkatan aktivitas gunung Bromo pada Jumat sore. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 37 mm dan durasi kurang lebih 7 menit 14 detik.

Gunung yang memiliki sebuah legenda mengenai kisah Joko Seger dan Roro Anteng ini miliki ketinggian 2.329 meter di atas permukaan laut. Kini gunung ini masih berstatus level II (Waspada) hingga kini. PVMBG merekomendasikan masyarakat di sekitar Gunung Bromo dan pengunjung, wisatawan atau pendaki tidak diperbolehkan memasuki kawasan dalam radius 1 km dari kawah aktif Gunung Bromo.

Untuk keselamatan bila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan. Apalagi sekitaran Gunung Bromo adalah lautan pasir, tentu bila terjadi sebuah banjir akan sangat berbahaya.

“Radius rawan masih di wilayah 1 KM dari puncak Bromo. Namun wisatawan dan warga untuk tidak ke puncak karena material vulkano berbahaya. Informasi ini disampaikan untuk meningkatkan kewaspadaan akan bencana dan upaya mitigasi,” ujar Anggit.

Namun walaupun telah kondusif, masyarakat harus tetap waspada akan Gunung Bromo bila nanti terjadi aktivitas gunung yang mendadak.

Meskipun Gunung Bromo berstatus waspada, para wisatawan tetap banyak, mereka masih bisa melihat sunrise di bukit pananjakan, berfoto di bukit teletubies dan lautan pasir serta pemandangan di atas Cemoro Lawang. (bet)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here